Di sana, ada cita dan tujuan
Yang membuatmu menatap jauh ke depan
Di kala malam begitu pekat
Dan mata sebaiknya dipejam saja
Cintamu masih lincah melesat
Jauh melampaui ruang dan masa
Kelananya menjejakkan mimpi-mimpi
Lalu di sepertiga malam terakhir
Engkau terjaga, sadar dan memilih menyalakan lampu
Melanjutkan mimpi indah yang belum selesai
Dengan cita yang besar, tinggi dan bening
Dengan gairah untuk menerjemahkan cinta sebagai kerja
Dengan nurani, tempatmu berkaca tiap kali
Dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati
Teruslah melanglang di jalan cinta para pejuang
Menebar kebajikan, menghentikan kebiadaban, menyeru pada iman
Walau duri merantaskan kai, walau kerikil mencacah telapak
Sampai engkau lelah, sampai engkau payah
Sampai keringat dan darah tumpah
Tetapi yakinlah, bidadarimu akan tetap tersenyum di jalan cinta para pejuang
Di kutip salin dari buku “jalan cinta para pejuang” karya Salim A. fillah
Hayoo…da yang tau gak maksud tulisan di atas?pesan apakah yang ingin disampaikan si penulis??
Tapi kok bait terakhirnya agak gak pas ya buat aku…masa bidadariku.hehee…


saya tau. sudah baca bukunya. “JALAN CINTA PARA PEJUANG” by. Sallim A. Fillah kan? btw, kayaknya salah tulis deh judulnya. harusnya JALAN bukan JALAM. heheh
salam kenal…
Oleh: Fadhilatul Muharram on Mei 1, 2009
at 8:58 am
-> Fadhila
yupp!! kalo saya malah belum selesai baca bukunya^^ tapi baca yang awal2, lumayan2.
hmm….iyaa…sekarang udah ga kan?hehee.
lam kenal jugaa…aku link yah blognya…syukron dah mampir…
Oleh: septy safridawati on Mei 2, 2009
at 10:25 am