Arsip Kategori: islam never die

Argumentasi, Lelaki Shalih, dan Cinta

Argumentasi, Lelaki Shalih, dan Cinta

dakwatuna.com – “Bila seorang laki-laki yang kamu ridhai agama dan akhlaqnya meminang,” kata Rasulullah mengandaikan sebuah kejadian sebagaimana dinukil Imam At Tirmidzi, “Maka, nikahkanlah dia.” Rasulullah memaksudkan perkataannya tentang lelaki shalih yang datang meminang putri seseorang.
“Apabila engkau tidak menikahkannya,” lanjut beliau tentang pinangan lelaki shalih itu, “Niscaya akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang meluas.” Di sini Rasulullah mengabarkan sebuah ancaman atau konsekuensi jika pinangan lelaki shalih itu ditolak oleh pihak yang dipinang. Ancamannya disebutkan secara umum berupa fitnah di muka bumi dan meluasnya kerusakan.

Bisa jadi perkataan Rasulullah ini menjadi hal yang sangat berat bagi para orangtua dan putri-putri mereka, terlebih lagi jika ancaman jika tidak menurutinya adalah fitnah dan kerusakan yang meluas di muka bumi. Kita bisa mengira-ngira jenis kerusakan apa yang akan muncul jika seseorang yang berniat melamar seseorang karena mempertahankan kesucian dirinya dan dihalang-halangi serta dipersulit urusan pernikahannya. Inilah salah satu jenis kerusakan yang banyak terjadi di dunia modern ini, meskipun banyak di antara mereka tidak meminang siapapun.

Mari kita belajar tentang pinangan lelaki shalih dari kisah cinta sahabat Rasulullah dari Persia, Salman Al Farisi. Dalam Jalan Cinta, Salim A Fillah mengisahkan romansa cintanya. Salman Al Farisi, lelaki Persia yang baru bebas dari perbudakan fisik dan perbudakan konsepsi hidup itu ternyata mencintai salah seorang muslimah shalihah dari Madinah. Ditemuinya saudara seimannya dari Madinah, Abud Darda’, untuk melamarkan sang perempuan untuknya.

“Saya,” katanya dengan aksen Madinah memperkenalkan diri pada pihak perempuan, “Adalah Abud Darda’.”
“Dan ini,” ujarnya seraya memperkenalkan si pelamar, “Adalah saudara saya, Salman Al Farisi.” Yang diperkenalkan tetap membisu. Jantungnya berdebar.
“Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya,” tutur Abud Darda’ dengan fasih dan terang.
“Adalah kehormatan bagi kami,” jawab tuan rumah atas pinangan Salman, ”Menerima Anda berdua, sahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang sahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada putri kami.” Yang dipinang pun ternyata berada di sebalik tabir ruang itu. Sang putri shalihah menanti dengan debaran hati yang tak pasti.
”Maafkan kami atas keterusterangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang bicara mewakili putrinya. ”Tapi, karena Anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah, saya menjawab bahwa putri kami menolak pinangan Salman.”

Ah, romansa cinta Salman memang jadi indah di titik ini. Sebuah penolakan pinangan oleh orang yang dicintainya, tapi tidak mencintainya. Salman harus membenturkan dirinya dengan sebuah hukum cinta yang lain, keserasaan. Inilah yang tidak dimiliki antara Salman dan perempuan itu. Rasa itu hanya satu arah saja, bukan sepasang.
Salman ditolak. Padahal dia adalah lelaki shalih. Lelaki yang menurut Ali bin Abi Thalib adalah sosok perbendaharaan ilmu lama dan baru, serta lautan yang tak pernah kering. Ia memang dari Persia, tapi Rasulullah berkata tentangnya, “Salman Al Farisi dari keluarga kami, ahlul bait.” Lelaki yang bertekad kuat untuk membebaskan dirinya dari perbudakan dengan menebus diri seharga 300 tunas pohon kurma dan 40 uqiyah emas. Lelaki yang dengan kecerdasan pikirnya mengusulkan strategi perang parit dalam Perang Ahzab dan berhasil dimenangkan Islam dengan gemilang. Lelaki yang di kemudian hari dengan penuh amanah melaksanakan tugas dinasnya di Mada’in dengan mengendarai seekor keledai, sendirian. Lelaki yang pernah menolak pembangunan rumah dinas baginya, kecuali sekadar saja. Lelaki yang saking sederhana dalam jabatannya pernah dikira kuli panggul di wilayahnya sendiri. Lelaki yang di ujung sekaratnya merasa terlalu kaya, padahal di rumahnya tidak ada seberapa pun perkakas yang berharga. Lelaki shalih ini, Salman Al Farisi, ditolak pinangannya oleh perempuan yang dicintanya.

Salman ditolak. Alasannya ternyata sederhana saja. Dengarlah. “Namun, jika Abud Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka putri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan,” kata si ibu perempuan itu melanjutkan perkataannya. Anda mengerti? Si perempuan shalihah itu menolak lelaki shalih peminangnya karena ia mencintai lelaki yang lain. Ia mencintai si pengantar, Abud Darda’. Cinta adalah argumentasi yang shahih untuk menolak.

Ada juga kisah cinta yang lain. Abu Bakar Ash Shiddiq meminang Fathimah binti Muhammad kepada Rasulullah. Ia ingin mempererat kekerabatannya dengan Sang Rasul dengan pinangan itu. Saat itu usia Fathimah menjelang delapan belas tahun. Ia menjadi perempuan yang tumbuh sempurna dan menjadi idaman para lelaki yang ingin menikah. Keluhuran budi, kemuliaan akhlaq, kehormatan keturunan, dan keshalihahan jiwa menjadi penarik yang sangat kuat.
“Saya mohon kepadamu,” kata Abu Bakar kepada Rasulullah sebagaimana dikisahkan Anas dalam Fatimah Az Zahra, “Sudilah kiranya engkau menikahkan Fathimah denganku.” Dalam riwayat lain, Abu Bakar melamar melalui putrinya sekaligus Ummul Mukminin Aisyah.
Mendapat pinangan dari lelaki shalih itu, Rasulullah hanya terdiam dan berpaling. “Sesungguhnya, Fathimah masih kecil,” kata beliau dalam riwayat lain. “Hai Abu Bakar, tunggulah sampai ada keputusan,” kata Rasulullah. Yang terakhir ini diriwayatkan oleh Ibnu Sa’d dalam Ath Thabaqat. Maksud Rasulullah dengan menunggu keputusan adalah keputusan dari Allah atas kondisi dan keadaan itu, apakah menerima pinangan itu atau tidak.
Ketika Umar bin Khathab mendengar cerita ini dari Abu Bakar langsung, ia mengatakan, “Hai Abu Bakar, beliau menolak pinanganmu.”
Kemudian Umar mengambil kesempatan itu. Ia mendatangi Rasulullah dan menyampaikan pinangannya untuk menikahi Fathimah binti Muhammad. Tujuannya tidak terlalu berbeda dengan Abu Bakar. Bahkan jawaban yang diberikan Rasulullah kepada Umar pun sama dengan jawaban yang diberikan kepada Abu Bakar. “Sesungguhnya, Fathimah masih kecil,” ujar beliau. “Tunggulah sampai ada keputusan,” kata Rasulullah.
Ketika Abu Bakar mendengar cerita ini dari Umar bin Khathab langsung, ia mengatakan, “Hai Umar, beliau menolak pinanganmu.”

Kita bisa membayangkan itu? Dua orang lelaki paling shalih di masa hidup Rasulullah pun ditolak pinangannya. Abu Bakar adalah sahabat paling utama di antara seluruh sahabat yang ada. Kepercayaannya kepada Islam dan kerasulan begitu murni, tanpa reverse ataupun setitis keraguan. Karena itulah ia mendapat julukan Ash Shiddiq. Ia adalah lelaki yang disebutkan Al Qur’an sebagai pengiring jalan hijrah Rasulullah di dalam gua. Ia adalah dai yang banyak memasukkan para pembesar Mekah dalam pelukan Islam. Ia adalah pembebas budak-budak muslim yang senantiasa tertindas. Ia adalah lelaki yang menginfakkan seluruh hartanya untuk jihad, dan hanya menyisakan Allah dan Rasul-Nya bagi seluruh keluarganya. Ia adalah orang yang ingin diangkat sebagai kekasih oleh Rasulullah. Ia adalah salah satu lelaki yang telah dijamin menginjakkan tumitnya di kesejukan taman jannah. Namun, lelaki shalih ini ditolak pinangannya secara halus oleh Rasulullah.

Sementara, siapa tidak mengenal lelaki shalih lain bernama Umar bin Khathab. Ia adalah pembeda antara kebenaran dan kebathilan. Ia dan Hamzah lah yang telah mengangkat kemuliaan kaum muslimin di masa-masa awal perkembangannya di Mekah. Ia lelaki yang seringkali firasatnya mendahului turunnya wahyu dan ayat-ayat ilahi kepada Rasulullah. Ia adalah lelaki yang dengan keberaniannya menantang kaum musyrikin saat ia akan berangkat hijrah, ia melambungkan nama Islam. Ia lelaki yang sangat mencintai keadilan dan menegakkannya tatkala ia menggantikan posisi Rasulullah dan Abu Bakar di kemudian hari. Ia pula yang di kemudian hari membuka kunci-kunci dunia dan membebaskan negeri-negeri untuk menerima cahaya Islam. Namun, lelaki shalih ini ditolak pinangannya secara halus oleh Rasulullah.

Mari kita simak kenapa pinangan dua lelaki shalih ini ditolak Rasulullah. Ketika itu, Ali bin Abi Thalib datang menemui Rasulullah. Shahabat-shahabatnya dari Anshar, keluarga, bahkan dalam sebuah riwayat termasuk pula dua lelaki shalih terdahulu mendorongnya untuk datang meminang Fathimah binti Muhammad kepada Rasulullah. Ia menemui Rasulullah dan memberi salam.
“Hai anak Abu Thalib,” sapa Rasulullah pada Ali dengan nama kunyahnya, ”Ada perlu apa?”
Simaklah jawaban lugu yang disampaikan Ali kepada Rasulullah sebagaimana dinukil Ibnu Sa’d dalam Ath Thabaqat. “Aku terkenang pada Fathimah binti Rasulullah,” katanya lirih hampir tak terdengar. Dengar dan rasakan kepolosan dan kepasrahan dari setiap diksi yang terucap dari Ali bin Abi Thalib itu. Kepolosan dan kepasrahan seorang pecinta akan cintanya yang demikian lama. Ia menggunakan pilihan kata yang sangat lembut di dalam jiwa, “Terkenang.” Kata ini mewakili keterlamaan rasa dan gelora yang terpendam, bertunas menembus langit-langit realita, transliterasi rasa.
“Ahlan wa sahlan!” kata Rasulullah menyambut perkataan Ali. Senyum mengiringi rangkaian kata itu meluncur dari bibir mulia Rasulullah. Kita tidak usah sebingung Ali memahami jawaban Rasulullah. Jawaban itu bermakna bahwa pinangan Ali diterima oleh Rasulullah seperti yang dipahami rekan-rekan Ali.
Mari kita biarkan Ali dengan kebahagiaan diterima pinangannya oleh Rasulullah. Mari kita melihat dari perspektif yang lebih fokus untuk memahami penolakan pinangan dua lelaki shalih sebelumnya dan penerimaan lelaki shalih yang ini. Kita boleh punya pendapat tersendiri tentang masalah ini.
Ketika Rasulullah menjelaskan alasan kepada Abu Bakar dan Umar berupa penolakan halus, kita tidak bisa menerimanya secara letter lijk. Sebab bisa jadi itu adalah bahasa kias yang digunakan Rasulullah. Misalnya ketika Rasulullah mengatakan bahwa Fathimah masih kecil, tentu saja ini tidak bisa diterjemahkan sebagai kecil secara harfiah, sebab saat itu usia Fathimah sudah hampir delapan belas tahun. Sebuah usia yang cukup matang untuk ukuran masa itu dan bangsa Arab. Sementara Rasulullah sendiri berumah tangga dengan Aisyah pada usia setengah usia Fathimah saat itu. Maka, kita harus memahami kalimat penolakan itu sebagai bahasa kias.

Saat Rasulullah meminta Abu Bakar dan Umar bin Khathab untuk menunggu keputusan, ini juga diterjemahkan sebagai penolakan sebagaimana dipahami dua lelaki shalih itu. Jadi, pernyataan Rasulullah itu bukan pernyataan untuk menggantung pinangan, sebab jika pinangan itu digantung, tentu saja Umar dan Ali tidak boleh meminang Fathimah. Pernyataan itu adalah sebuah penolakan halus.
Atau bisa jadi, saat itu Rasulullah punya harapan lain bahwa Ali bin Abi Thalib akan melamar Fathimah. Beliau tahu sebab sejak kecil Ali telah bersamanya dan banyak bergaul dengan Fathimah. Interaksi yang lama dua muda mudi sangat potensial menumbuhkan tunas cinta dan memekarkan kuncup jiwanya. Ini dibuktikan dari pernyataan Rasulullah untuk meminta dua lelaki shalih itu menunggu keputusan Allah tentang pinangannya. Jadi, dalam hal ini kemungkinan Rasulullah mengetahui bahwa putrinya dan Ali telah saling mencintai. Sehingga Rasulullah pun punya harapan pada keduanya untuk menikah. Rasulullah hanya sedang menunggu pinangan Ali. Di masa mendatang sejarah membuktikan ketika Ali dan Fathimah sudah menikah, ia berkata kepada Ali, suaminya, “Aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda.” Saya yakin kita tahu siapa yang dimaksud oleh Fathimah. Ini perspektif saya.

Hal ini diperkuat oleh pernyataan singkat Ali, “Aku terkenang pada Fathimah binti Rasulullah.” Satu kalimat itu sudah mewakili apa yang diinginkan Ali. Rasulullah sangat memahami ini. Beliau adalah seseorang yang sangat peka akan apa-apa yang diinginkan orang lain dari dirinya. Beliau memiliki empati terhadap orang lain dengan demikian kuat. Beliau memahami bentuk sempurna keinginan seseorang seperti Ali dengan beberapa kata saja.
Dan jawaban Rasulullah pun menunjukkan hal yang serupa, “Ahlan wa sahlan!” Ungkapan sambutan selamat datang atas sebuah penantian.
Jadi, dengan perspektif ini, kita akan memahami bahwa lelaki shalih yang datang untuk meminang bisa ditolak pinangannya, tanpa akan menimbulkan fitnah di muka bumi ataupun kerusakan yang meluas. Wanita shalihah yang dipinang Salman Al Farisi telah menunjukkan kepada kita, bahwa ia mencintai Abud Darda’ dan menolak pinangan lelaki shalih dari Persia itu. Rasulullah pun telah menunjukkan pada kita bahwa ia menolak pinangan dua lelaki tershalih di masanya karena Fathimah mencintai lelaki shalih yang lain, Ali Bin Abu Thalib. Di sini, kita belajar bahwa cinta adalah argumentasi yang shahih untuk menolak, dan cinta adalah argumentasi yang shahih untuk mempermudah jalan bagi kedua pecinta berada dalam singgasana pernikahan.

Mari kita dengarkan sebuah kisah yang dikisahkan Ibnu Abbas dan diabadikan oleh Imam Ibnu Majah. Seorang laki-laki datang menemui Rasulullah. “Wahai Rasulullah,” kata lelaki itu, “Seorang anak yatim perempuan yang dalam tanggunganku telah dipinang dua orang lelaki, ada yang kaya dan ada yang miskin.”
“Kami lebih memilih lelaki kaya,” lanjutnya berkisah, “Tapi dia lebih memilih lelaki yang miskin.” Ia meminta pertimbangan kepada Rasulullah atas sikap yang sebaiknya dilakukannya. “Kami,” jawab Rasulullah, “Tidak melihat sesuatu yang lebih baik dari pernikahan bagi dua orang yang saling mencintai, lam nara lil mutahabbaini mitslan nikahi.”

Cinta adalah argumentasi yang shahih untuk menolak. Di telinga dan jiwa lelaki ini, perkataan Rasulullah itu laksana setitis embun di kegersangan hati. Menumbuhkan tunas yang hampir mati diterpa badai kemarau dan panasnya bara api. Seakan-akan Rasulullah mengatakannya khusus hanya untuk dirinya. Seakan-akan Rasulullah mengingatkannya akan ikhtiar dan agar tiada sesal di kemudian hari.
“Cinta itu,” kata Prof. Dr. Abdul Halim Abu Syuqqah dalam Tahrirul Ma’rah fi ‘Ashrir Risalah, “Adalah perasaan yang baik dengan kebaikan tujuan jika tujuannya adalah menikah.” Artinya yang satu menjadikan yang lainnya sebagai teman hidup dalam bingkai pernikahan.

Dengan maksud yang serupa, Imam Al Hakim mencatat bahwa Rasulullah bersabda tentang dua manusia yang saling mencintai. “Tidak ada yang bisa dilihat (lebih indah) oleh orang-orang yang saling mencintai,” kata Rasulullah, “Seperti halnya pernikahan.” Ya, tidak ada yang lebih indah. Ini adalah perkataan Rasulullah. Dan lelaki ini meyakini bahwa perkataan beliau adalah kebenaran. Karena bagi dua orang yang saling mencintai, memang tidak ada yang lebih indah selain pernikahan. Karena cintalah yang menghapus fitnah di muka bumi dan memperbaiki kerusakan yang meluas, insya Allah.

Cinta adalah argumentasi yang shahih untuk menolak, dan cinta adalah argumentasi yang shahih untuk mempermudah jalan bagi kedua pecinta berada dalam singgasana pernikahan.

Tausyiah dari seorang sahabat

Tausyiah dari seorang sahabat

Jika Allah mencintai seorang hamba, maka Ia akan mengujinya. Apapun itu…termasuk dengan urusan-urusan dunia. Lalu apa yang akan kita lakukan? akankah sebuah penyesalan karena urusan dunia akan melenakan? Sadar akan kesalahan merupakan langkah awal. Lantas?? Orang sukses adalah yang mampu bangkit tatkala batu sandungan meyebabkannya jatuh. Tapi adalah keliru jika ia tersandung pada batu yang sama. Sungguh orang yang paling bahagia tidak selalu mendapat hal-hal terbaik. Tetapi ia berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap yang ia dapatkan dan akan merubahnya jadi lebih baik apa-apa yang ia anggap bisa di ubahnya. Ingatlah, Allah memeberi kita kekuatan dan keberanian adalah untuk mengubah apa yang harus & dapat kita ubah. Allah memberi kita ketenangan adalah untuk menerima apa-apa yang tidak dapat kita ubah. Dan allah memberi kebijaksanaan adalah untuk membedakan di antara keduanya. Sungguh….kesabaran akan mendatangkan rahmat dan barokah. Semoga Allah memberikan rahmat, cinta, dan keimanan yang kokoh pada kita…

Amiiiinnn…………..

kitti3syukron ukh…..

inBoX haNdPhone_Q bag 2

inBoX haNdPhone_Q bag 2

prof1

Dakwah itu kompleks, begitupun dengan tantangannya. Diperlukan kader yang militant untuk mengusungnya. Diperlukan bekal juga untuk melaksanakan beban-beban yang berat. Berproses adalah mendekatkan diri kita pada suatu hal yang condong padanya(kebaikan). Bukan ketika kita merasa belum itmi’nan/mantap, lantas menghindar/menjauh. Menemukan jawaban jati diri perlu kesungguhan juga. Tidak semata-mata secara alamiah. Arti mewajibkan lebih berarti mengajarkan kejiddiyahan /kesungguhan. Wallahua’lam bishowab.

***

Aku rindu saat-saat hati penuh cinta dan harap padaNYA…

Aku rindu saat hati begitu berani abaikan dunia demi bahagia bersamaNYA…

Ya Allah, jangan tutup hati kami…

***

Sahabat adalah kekayaan, kekayaan yang takkan pernah habis sampai di akhir waktu, kekayaan yang akan selalu bertambah seiring berjalannya waktu, karena pada diri sahabatku ada semangat, senyuman, nasihat, amal dan doa. Ia adalah bagian dari aplikasi cinta Allah padaku yang Nampak di muka bumi dan kini aku memikirkannya, selaras dengan inghatanku dalam senandung rabithah yang kita lalui bersama. Hingga air mtaku menetes kaharuan dalam rindu dan cinta J HAMASAH

***

Assalamualaykum.

Beruntunglah orang-orang yang selalu optimis dalam menjalani setiap episode kehidupan, mempertahankan semangat dalam pergantian waktu, menjaga niat dalam kebaikan dan menemukan Allah dalam tiap gerak langkah. Semoga kita senantiasa semangat untuk”berubah” menjadi lebih baik.

***

Keluar dan lihatlah indahnya mala mini, rasakan malam yang begitu sempurna, malam yang penuh dengan bintang, senyum rembulan yang menemaninya, serta peri-peri yang keluar berikan manisnya cinta. Rasakan hangatnya semilir angin datang menyapa. Maka kejenuhan takkan menghampirimu.

***

Adalah sebuah kenikmatan ketika hari-hari kita penuh dengan berbagai kegiatan untuk memeggakkan dienNYA. Ketika setiap detiknya sangat berarti, ketika kelelahan menggelayuti tubuh, ketika berbaring sebentar adalah kenikmatan yang besar dibanding tidur berjam-jam di tempat tidur. Maka sangat rugi bila kita mengeluh dan tidak meluruskan niat, karena itu adalah puncak kenikmatan terbesar. Jangan lupa pegang mushaf di sela-sela kesibukkan^^

***

Ya Rabb, kutitipkan semangat dan senyum tuk ia agar ukhuwah ini dapat terus terjalin. Lingkupilah ia dengan cinta dan cahyaMu agar ia senantiasa terjaga.

***

“Menebar kebaikan laksana menebar benih padi, semua orang berhak melakukannya. Tapi tak semua orang mau dan mampu melakukannya. Jika kalian paham akan hasil yang kalian petik sebanding bahkan lebih banyak dari yang kalian usahakan, maka kalian pasti akan berlomba-lomba. Karenanya, tebarkan kebaikan/ilmu yang kau punya meski laksana hanya sebulir padi . niscaya kelak kau kan petik hasil lebih”

***

Bila tubuh ini hangus, di gantung tinggi, di tusuk belati sampai kapanpun kau adalah saudariku, kau tercipta untuk mendampingiku melanjutkan estafet dakwah ini. Saudariku I luv u

***

Jika kesulitan ibarat matahari dan kemudahan ibarat hujan, maka kita butuh keduanya untuk merasakan pelangi dalam hidup…tetap semangatt!!

***

Jika kamu di sore hari jangan menunggu pagi, jika kamu di pagi hari jangan menunggu sore persiapkan saat engkau sehat untuk menghadapi masa sakitmu dan masa kematianmu”. (HR. bukhari)

***

Ya allah engkaulah yang maha kekal, maha dahulu dan tidak ada permulaan bagiMu. Dan hanyalah anugerahMu yang agung dan kemurahanMu yang tinggi. Dan sekarang tahun baru telah tiba , kami memohon kepadaMu perlindungan dari syaitan dan pengikut serta bala tentaranya. Kami mohon pertolonganMu atas hawa nafsu yang selalu memerintah kepada keburukkan . dan sibukkan kami dengan sesuatu yang mendekatkan diri kepadaMu wahai sebaik-baiknya pemberi Rahmat.

InboX handPhoneQ

InboX handPhoneQ

ni ada sms-sms tausyiah yang menyehatkan(hati) dari teman-teman, bagus-bagus…

syukron^^,, semoga bermanfaat yah….

Ya Allah…

Di hari yang indah-Mu ini, inginku kirim doa untuk saudaraku,

Ya Allah…

Jadikanlah hari ini wujud hari yang penuh berkah, mudahkanlah segala urusannya, jadikanlah ikhlas dalam tiap tarikan nafasnya. Agar setiap aktivitasnya adalah ibadah padamu. Luruskan niatnya, lindungi dia dari hal-hal buruk. Berikanlah kebahagiaan untuknya dengan ridhoMu….Amiin

***

Ya Allah…jagalah adikku ini, di kala penjagaanku tak sampai kepadanya, sayangi ia dikala rasa sayangku tak mampu merangkulnya dalam dekapan yang nyata, muliakan ia dikala penghargaanku tak terangkum dalam kata yang sahaja. Karena Engkau punya segala yang tak ku punya, semoga ia selalu dapat menjadi saudaraku dijalanMU hingga akhir kelak..amiin…

***

Ada tips keren bagi yang mau jadi orang yang bertaqwa:

1. Menafkahkan hartanya baik di waktui lapang (habis gajian) maupun sempit(kere)

2. Menahan amarahnya. Walau SEKESAL apapun,

3. Memaafkan kesalahan orang lain dengan hati yang ikhlas, tanpa berpikir untuk balas dendam,

4. Jika melakukan perbuatan keji/menganiaya diri, kita ingat Allah, mohon ampun & tidak mengulanginya lagi.

Jika tips itu berhasil, di jamin dapat ampunan dari Allah & dapat bonus syurga yang didalamnya mengalir sungai & kita akan kekal di dalamnya. Pasti maukan??ayo kapan lagi kalo ga sekarang…!!

(QS.3: 133-136)

***

Kalaku sendiri ku berfikir. Kurasakan hatiku yang ada dalam diri ini. Ya allah kenapa hati ini terasa hampa?hampa sekali. Kenapa di sana hanya ada dunia? Ya Allah Aq takut, aq takut tidak bisa bertemuMu nanti. Aq tidak mau itu terjadi, sungguhaq ingin sekali bertemu denganMU. Ya Allah berikan cintaMU padaku, cinta sejatiMU ya Allah.

***

Cukuplah bila aku merasa mulia karena Engkau sebagai tuhan bagiku, dan cukuplah bila aku bangga bahwa aku menjadi hamba bagiMu. Engkau bagiku sebagaimana yang aku cintai, maka berilah akuk taufik sebagaimana yang engkau cintai. (sayyidina ali bin abi tholib)

***

Aku ini siapa? Aku bisa berubah jadi kamu, dia mereka bahkan orang lain. Ini jalanku tanpa ada yang tau. Tapi aku diantara selain aku. Masih layak aku berjalan. Lantas apakah selain aq memperhatikanku?penuh Tanya….(*maksudnya apa sih nie??*)

***

Semoga selalu ada iman di segala kerisauan, hati yang lapang ditiap kegelisahan, senyum ditiap kegalauan, air mata di tiap kekerasan hati & semangat di lemahnya jiwa. Karena kita punya Allah yang selalu dekat.

***

Wanita cantik melukis kekuatan lewat masalahnya, tersenyum saat tertekan & bertambah kuat dengan doa dan pengharapan. Ni di kirim khusus untuk seorang wanita cantik kepunyaan Allah.

***

Ketika tubuh tak bersahabat, maka yang kuikuti adalah semangatku. Tubuhku memang butuh istirahat, tapi semangatku akan terus menyala, sampai hari bertemu Rabbku. Dialah semangatku yang abadi…

***

Lelah tak berarti patah…

Jiwa mungkin telah rapuh menahan peluh, tapi aku berharap semua sama, 1 dalam kata, 1 dalam langkah, suka di bagi rata, luka di tanggung bersama. Untuk hari ini & seterusnya. Kebersamaan, kekompakan, saling menguatkan 1 dan lainnya.

***

Dakwah itu pribadi & karakterku, bukan tanggung jawabku…

Bisa jadi aku merasa terbebani dengan tanggung jawab lalu kutinggalkan ia. Namun kutegaskan disini bahwa, dakwah adalah pribadiku. Akan kubawa ia kemana saja dengan izin Allah. Keep istiqomah!

***

Assalamualaykum. Kepadamu kukirimkan salam terindah, slam sejahtera para penghuni surga, salam sejuk yang sejuknya melebihi embun pagi hari. salam hangat, sehangat mentari diwaktu dhuha. Salam suci, sesuci air telaga kautsar yang jika diteguk akan menghilangkan dahaga untuk selamanya. Salam sayang, cinta, dan kasih yang tidak akan pernah pudar di dalam segala musim dan peristiwa.

***

bersambung loh…..

TENTANG SEPULUH HARI AKHIR DI BULAN RAMADHAN

TENTANG SEPULUH HARI AKHIR DI BULAN RAMADHAN

Dalam Shahihain disebutkan, dari Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata :
“Bila masuk sepuluh (hari terakhir bulan Ramadhan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengencangkan kainnya menjauhkan diri dari menggauli istrinya), menghidupkan malamnya dan membangunkan Keluarganya . ” Demikian menurut lafazh Al-Bukhari.
Adapun lafazh Muslim berbunyi :
“Menghidupkan malam(nya), membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh serta mengencangkan kainnya.
Dalam riwayat lain, Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah radhiallahu ‘anha :
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersungguh-sungguh dalam sepuluh (hari) akhir (bulan Ramadhan), hal yang tidak beliau lakukan pada bulan lainnya. “
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengkhususkan sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dengan amalan-amalan yang tidak beliau lakukan pada bulan-bulan yang lain, di antaranya:
• Menghidupkan malam: Ini mengandung kemungkinan bahwa beliau menghidupkan seluruh malamnya, dan kemungkinan pula beliau menghidupkan sebagian besar daripadanya. Dalam Shahih Muslim dari Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata:
“Aku tidak pernah mengetahui Rasulullah shallallahu alaihi wasallam shalat malam hingga pagi. “
Diriwayatkan dalam hadits marfu’ dari Abu Ja’far Muhammad bin Ali :
“Barangsiapa mendapati Ramadhan dalam keadaan sehat dan sebagai orang muslim, lalu puasa pada siang harinya dan melakukan shalat pada sebagian malamnya, juga menundukkan pandangannya, menjaga kemaluan, lisan dan tangannya, serta menjaga shalatnya secara berjamaah dan bersegera berangkat untuk shalat Jum’at; sungguh ia telah puasa sebulan (penuh), menerima pahala yang sempurna, mendapatkan Lailatul Qadar serta beruntung dengan hadiah dari Tuhan Yang Mahasuci dan Maha tinggi. ” Abu Ja ‘far berkata: Hadiah yang tidak serupa dengan hadiah-hadiah para penguasa. (HR. Ibnu Abid-Dunya).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membangunkan keluarganya untuk shalat pada malam-malam sepuluh hari terakhir, sedang pada malam-malam yang lain tidak.
Dalam hadits Abu Dzar radhiallahu ‘anhu disebutkan:
“Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam melakukan shalat bersama mereka (para sahabat) pada malam dua puluh tiga (23), dua puluh lima (25), dan dua puluh tujuh (27) dan disebutkan bahwasanya beliau mengajak (shalat) keluarga dan isteri-isterinya pada malam dua puluh tujuh (27) saja. “
Ini menunjukkan bahwa beliau sangat menekankan dalam membangunkan mereka pada malam-malam yang diharapkan turun Lailatul Qadar di dalamnya.
At-Thabarani meriwayatkan dari Ali radhiallahu ‘anhu :
“Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membangunkan keluarganya pada sepuluh akhir dari bulan Ramadhan, dan setiap anak kecil maupun orang tua yang mampu melakukan shalat. “
Dan dalam hadits shahih diriwayatkan :
“Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengetuk (pintu) Fathimah dan Ali radhiallahu ‘anhuma pada suatu malam seraya berkata:
Tidakkah kalian bangun lalu mendirikan shalat ?” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Beliau juga membangunkan Aisyah radhiallahu ‘anha pada malam hari, bila telah selesai dari tahajudnya dan ingin melakukan (shalat) witir.
Dan diriwayatkan adanya targhib (dorongan) agar salah seorang suami-isteri membangunkan yang lain untuk melakukan shalat, serta memercikkan air di wajahnya bila tidak bangun). (Hadits riwayat Abu Daud dan lainnya, dengan sanad shahih.)
Dalam kitab Al-Muwaththa’ disebutkan dengan sanad shahih, bahwasanya Umar radhiallahu ‘anhu melakukan shalat malam seperti yang dikehendaki Allah, sehingga apabila sampai pada pertengahan malam, ia membangunkan keluarganya untuk shalat dan mengatakan kepada mereka: “Shalat! shalat!” Kemudian membaca ayat ini :
“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. ” (Thaha: 132).
Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengencangkan kainnya. Maksudnya beliau menjauhkan diri dari menggauli isteri-isterinya. Diriwayatkan bahwasanya beliau tidak kembali ke tempat tidurnya sehingga bulan Ramadhan berlalu.
Dalam hadits Anas radhiallahu ‘anhu disebutkan :
“Dan beliau melipat tempat tidurnya dan menjauhi isteri-isterinya (tidak menggauli mereka).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beri’tikaf pada malam sepuluh terakhir bulan Ramadhan. Orang yang beri’tikaf tidak diperkenankan mendekati (menggauli) isterinya berdasarkan dalil dari nash serta ijma’. Dan “mengencangkan kain” ditafsirkan dengan bersungguh-sungguh dalam beribadah.
• Mengakhirkan berbuka hingga waktu sahur.
Diriwayatkan dari Aisyah dan Anas uadhiallahu ‘anhuma, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada malam-malam sepuluh (akhir bulan Ramadhan) menjadikan makan malam (berbuka)nya pada waktu sahur.Dalam hadits marfu’ dari Abu Sa’id radhiallahu ‘anhu, ia berkata :
“Janganlah kalian menyambung (puasa). Jika salah seorang dari kamu ingin menyambung (puasanya) maka hendaknya ia menyambung hingga waktu sahur (saja). ” Mereka bertanya: “Sesungguhnya engkau menyambungnya wahai Rasulullah ? “Beliau menjawab: “Sesungguhnya aku tidak seperti kalian. Sesungguhnya pada malam hari ada yang memberiku makan dan minum. “(HR. Al-Bukhari)
Ini menunjukkan apa yang dibukakan Allah atas beliau dalam puasanya dan kesendiriannya dengan Tuhannya, oleh sebab munajat dan dzikirnya yang lahir dari kelembutan dan kesucian beliau. Karena itulah sehingga hatinya dipenuhi Al-Ma’ariful Ilahiyah (pengetahuan tentang Tuhan) dan Al-Minnatur Rabbaniyah (anugerah dari Tuhan) sehingga mengenyangkannya dan tak lagi memerlukan makan dan minum.
• Mandi antara Maghrib dan Isya’.
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Aisyah radhiallahu ‘anha :
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika bulan Ramadhan (seperti biasa) tidur dan bangun. Dan manakala memasuki sepuluh hari terakhir beliau mengencangkan kainnya dan menjauhkan diri dari (menggauli) isteri-isterinya, serta mandi antara Maghrib dan Isya.”
Ibnu Jarir rahimahullah berkata, mereka menyukai mandi pada setiap malam dari malam-malam sepuluh hari terakhir. Di antara mereka ada yang mandi dan menggunakan wewangian pada malam-malam yang paling diharapkan turun Lailatul Qadar.
Karena itu, dianjurkan pada malam-malam yang diharapkan di dalamnya turun Lailatul Qadar untuk membersihkan diri, menggunakan wewangian dan berhias dengan mandi (sebelumnya), dan berpakaian bagus, seperti dianjurkannya hal tersebut pada waktu shalat Jum’at dan hari-hari raya.
Dan tidaklah sempurna berhias secara lahir tanpa dibarengi dengan berhias secara batin. Yakni dengan kembali (kepada Allah), taubat dan mensucikan diri dari dosa-dosa. Sungguh, berhias secara lahir sama sekali tidak berguna, jika ternyata batinnya rusak.
Allah tidak melihat kepada rupa dan tubuhmu, tetapi Dia melihat kepada hati dan amalmu. Karena itu, barangsiapa menghadap kepada Allah, hendaknya ia berhias secara lahiriah dengan pakaian, sedang batinnya dengan taqwa. Allah Ta’ala berfirman :
“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. ” (Al-A’raaf: 26).
• I’tikaf. Dalam Shahihain disebutkan, dari Aisyah radhiallahu ‘anha :
Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari Ramadhan, sehingga Allah mewafatkan beliau. “
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir yang di dalamnya dicari Lailatul Qadar untuk menghentikan berbagai kesibukannya, mengosongkan pikirannya dan untuk mengasingkan diri demi bermunajat kepada Tuhannya, berdzikir dan berdo’a kepada-Nya.
Adapun makna dan hakikat i’tikaf adalah:
Memutuskan hubungan dengan segenap makhluk untuk menyambung penghambaan kepada AI-Khaliq. Mengasingkan diri yang disyari’atkan kepada umat ini yaitu dengan i’tikaf di dalam masjid-masjid, khususnya pada bulan Ramadhan, dan lebih khusus lagi pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Sebagaimana yang telah dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
Orang yang beri’tikaf telah mengikat dirinya untuk taat kepada Allah, berdzikir dan berdo’a kepada-Nya, serta memutuskan dirinya dari segala hal yang menyibukkan diri dari pada-Nya. Ia beri’tikaf dengan hatinya kepada Tuhannya, dan dengan sesuatu yang mendekatkan dirinya kepada-Nya. Ia tidak memiliki keinginanlain kecuali Allah dan ridha-Nya. Sembga Alllah memberikan taufik dan inayah-Nya kepada kita. (Lihat kitab Larhaa’iful Ma’aarif, oleh Ibnu Rajab, him. 196-203)
*berbagai sumber*

INDAH DAN NIKMATNYA JIHAD

INDAH DAN NIKMATNYA JIHAD

Allah mewajibkan jihad secara tegas pada setiap muslim. Al’Qur’an dan Sunnah Rosulullah telah memberi dorongan kuat pada umatnya untuk berjihad. Tak ada pahala yang mampu menandingi besarnya pahala gugur di medan jihad sebagai seorang syahid. Merekalah orang-orang pilihan Allah yang layak mendapat ke muliaan didunia dan diakhirat. Allah menjadikan darah mereka yang suci sebagai harga bagi kemenagnan dunia serta lambang kemuliaan bagi keuntungan dan kejayaan di akhirat. Begitulah, hingga tak ada alasan bagi orang islam meninggalkan kewajiban jihad.

Allah mengecam orang-orang yang tidak turut dalam jihad dengan ancaman siksa yang pedih. Allah menghinakan mereka dengan gelar dan sebutan yang buruk., menganggap mereka pengecut, pemalas dan orang yang lemah. Bisa, dikatakan tak ada satupun sistem nilai yang lebih baik dari pada sistem Islam dalam membahas maslah jihad, militer, pertahanan kedisiplinan dan kepemimpinan. Terlalu banayak ayat A’Qur’an dan sunnah yang membicarakan masalh ini : Anatara lain, Firman Allah SWT : ” telah di wajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu sesuatu yang kamu benci. Dan bisa jadi kamu membenci sesusatu padahal itu baik bagimu. Dan bisa jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal sesuatu itu buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui (QS.Al-Bawarah:216)
“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang sudah gugur dijalan Allah itu mati, bahwan mereka hidup di sisi Tuhannya dengna mendapat rezeki. Mereka berada dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang di berikan kepada mereka dan mereka gembira terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang mereka yang menyusul, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula bersedih hati,”(QS.Ali Imran :169-170)

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang di tambat untuk berperang. Dengan begitu, kamu menggetarkan musuh Allah dan musuh kamu (QS.Al-Anfal:60)

“Hai Nabi, kobarkanlah semangat orang-rang mukmin itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantara kamu, niscaya mreka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantara kamu , mereka dapat mengalahkan seribu dari orang kafir sebab orang-orang kafir itu tidak mengerti (QS.Al-Anfal: 65)

“Perangilah mereka, niscaya Allah menyiksa mereka dengan tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman dan menghilangkan panas hati orang-orang mukmin. Dan Allah menerima taubat orang yang dikehendaki-Nya. Allah maha mengetahui lagi maha bijaksana (QS.At-Taubah:14-15)

Allah juga menegaskan “jual beli” antara Allah dan hamba-Nya secara tuntas, yang tidak mentolerir sedikitpun alasan bagi siapa saja yang menghindar dari kewajiban jihad ” Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mere membunuh atau terbunuh,(itu telah menjadi ) janji yang benar dari Allah didalam Taurat, Injil dan Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selian Allah? maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, itulah kemenangan yang besar.” (QS.At-Taubha :111)

ada juga surat al-Fath yang artinya kemenangan. isinya juga seputar kisah peperangan Rosulullah saw. Ayat ini mengulas salah satu sikap tegar para sahabat dalam jihad ketika mengikrarkan bai’at maut (ikrar kematian) dalam peristiwa bai’atur ridwan. Dari situlah lahir ketenagnan sekaligus kemenangan. Allah Swt berfirman <” Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang beriman ketika mereka berjanji setia kepadamu dibawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada didalam hati mereka lalu murunkan ketenagnan atas mereka dan memberi belaan kepada mereka dnegna kemenangan yang dekat (waktunya), serta harta rampasan yang banyak yang dapat mereka ambil. Dan adalah Allah maha perkasa lagi mahabijaksana. (QS.Al-Fath:18-19)

Sabda Rosulullah :” Dimi Dzat yang diriku ada di tangan_nya. saya suynggu ingin terbunuh dijlaan Allah kemudian hidup lagi, kemudian terbunuh lagi dan hidup lagi kemudian terbunuh lagi dan hiduplagi kemudian terbunuh lagi (HR.Bukhari dan Muslim).

“Demi zat yang diriku ada di Tangan-Nya, tidaklah seseorang terluka di jlaan Allah, Allah maha tahu siapa yang pantas terluka di jlaan Allah, kecuali ia datang pada hari kiamat warna (luka)nya warna darah, tetapi baunya aroma misik.”

Kita Majmu’ul Anhar Fi Syarhi Multaqal Arar menetapkan hukum jihad dalam mazhab hanafi :” Jihad dalam pengertian bahasa adalah pengerahan segenap potensi dengan ucapan dan tindakan. Sedangkan menrut syariat, berarti memrangi orang kafir dan sebangsanya sebagai usaha mengokohkan agama dalam memerangi ahlul harbi ( orang yang memerangi) dan ahlu dzimmah (orang yang terikat janji) dan jika mereka melanggar janji dan memreangi kamum murtad.

Dalam kitab A-Manhaj karya Imam Nawawi Asy-Syafi’I disebutkan,” Jihad pada masa setelah Rosulullah ada dua keadaan .
Pertama, jika mereka berada di negerinya sendiri, jihad hukumnya fardhu kifayah. Jika sudah ada dari kaum muslimin yang menunaikan dan mencukupinya, gugurlah kewajiban ini dari yang lain.
Kedua, jika mereka masuk ke negeri kita, maka wajib bagi warganya yang mampu untuk mempertahankannya. Jika kondisi mengharuskan adanya peperangan, wajib bagi yang mampu untuk melakukannya, meskipun mereka kaum fakir miskin dan penghutang, tanpa perlu minta izin dulu pada siapapun.
Sementara dalam kita Al-Mughni karangan Ibnu Qudamah AL hambali disebutkan :”bahwa jihad pada dasarnya adalah fardhu kifayah, jika sebagian telah melakukannya maka gugurlah kewajiban bagi yang lain. Tapi selebihnya hukum jihad ditetapkan dalam tiga keadaan :
1. jika kedua pasukan telah berhadapan, maka haram bagi muslim yang hadir di tempat itu untuk lagi. Wajib baginya berperang.
2. jika orang kafir masuk dalam suatu negeri, maka di wajibkan pada warganya untuk mempertahankan dan memranginya.
3. Jika imam (pemimpin ) meminta masyarakat untuk maju berperang, maka wajib bagi mereka memenuhi panggilan ini bersamanya.

Karena itu, Imam Ahmad bin Hambal mengatakan ;” Saya tidak mengetahui suatu amal yang lebih utama, setelah ibadah wajib, kecuali jihad dan perang di laut lebih utama dari pada perang didarat”.

” Barang siapa mati (dalam keadaan) belum berperang dan tidak pernah terbersit dalam benaknya keinginan berperang, maka ia mati dalam keadaan munafik.” (HR.Muslim dan Abu Daud’).

Rosulullah pernah di tanya tentang orang yang berperang dalam membela fanatisme karena ingin di sebut pemberani, orang yang berperang karena riya’. manakah diantara mereka yang fi sabilillah? Rasulullah menjawab.: Barang siapa berperang agar kalimat Allah itu tinggi, mama ia Fi Sabililla.”(HR.Imam yang lima)

Jika jihad memiliki tujuan mulia, maka cara melakukannya pun harus dengan cara yang paling mulia.Allah SWT berfirman.” Janganlah kamu melampui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang melampaui batas.’(QS.Al-Maidah :87)

Budairah ra mengatakan ,: Rasulullahsaw jika memerintahkan panglima pasukan perang, ia berwasiat padanya secara khusus tentang taqwa kepada Allah, dan kepada orang – orang yang bersamanya tentang kebaikan kemudian berkata,” Berperanglah dengan nama Allah dijalan Allah, perangilah orang kafir kepada Allah, perangilah jangan melampui batas, jangan berkhianat, jangan menyiksa dan membunuh anak-anak ( HR.Muslim).

Obat Lemahnya Iman

Obat Lemahnya Iman

Al hakim meriwayatkan dalam mustadrak-nya dan
ath-thabrany di dalam Mu’jam-nya , dari Nabi
Shallallahu alaihi wa sallam, sesungguhnya beliau
berkata :
“sesungguhnya iman itu di jadikan di dalam diri salah
seorang diantara kamu sekalian sebagaimana pakaian
yang di jadikan, maka memohonlah kepada Allah agar Dia
memperbarui iman di dalam hatimu.”

Berikut ini akan di sebutkan beberapa sarana menurut
ketentuan syariat, yang memungkinkan bagi seorang
muslim untuk dijadikan obat penyembuh bagi imannya
yang melemah dan untuk menyingkirkan kekerasan
hatinya, setelah dia bersandar kepada Allah dan
menguatkan hatinya untuk berusaha.

1. Menyimak Al-Qur’an
menyimak kandungan Al-Qur’an yang telah di turunkan
Allah Azza wa jalla.
QS 17 82
Dan kami turunkan Al-Qur’an sesuatu yang menjadi
penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, pernah pada
suatu malam mengulang-ulang satu ayat saja dari kitab
Allah tatkala beliau sedang sholat, dan beliau tidak
pernah beralih dari ayat tersebut hingga pagi hari,
yaitu firman Allah :
QS 5 118
Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka
adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni
mereka, maka sesungguhnya engkaulah yang Mahaperkasa
lagi Maha Bijaksana

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam selalu
menyimak isi Al-Qur’an, dan bahkan tindakan beliau ini
di lakukan hingga taraf yang amat agung.
Didalam Al Qur’an terkandung Tauhid,
janji, ancaman,
hukum-hukum, pengabaran, kisah, adab, dan akhlak serta
pengaruhnya di dalam jiwa, begitu pula berbagai surat
yang bisa menyentuh jiwa. Hal ini ditunjukkan oleh
perkataan Nabi shallallahu alaihi wa sallam : yusuf
dan saudara-saudaranya membuat rambutku beruban
sebelum masanya beruban. “ dalam riwayat lain di
sebutkan : “ surat Hud, Al-waqi’ah, Al-Mursalat, ‘Amma
yatasa’alun dan Idzasy-syamsu Kuwwirat.”
Rambut Rasulullah beruban karena memikirkan kandungan
Al-Qur’an yang berisi hakikat-hakikat iman dan
kewajiban-kewajiban agung yang memenuhi bilik-bilik
hati beliau, sehingga pengaruhnya di rambut dan tubuh
beliau.

2. Merasakan keagungan Allah
QS 6 59
Dan, pada sisi Allah kunci-kunci semua yang gaib, tak
ada yang mengetahui kecuali Dia sendiri, dan Dia
mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan
tiada sehelai daunpun yang gugur Dia mengetahui pula,
dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi
dan tidak sesuatu yang basah dan kering, melainkan
tertulis di dalam kitab yang nyata
QS 39 67
Dan, mereka tidak mengagungkan Allah dengan
pengagungan yang semestinya, padahal bumi seluruhnya
dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit di
gulung dengan tangan kanan-Nya

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata
“Allah menggengam bumi pada hari kiamat dan melipat
langit dengan tangan kanan-Nya, kemudian berfirman
‘Aku adalah raja, manakan raja-raja bumi
?”(diriwayatkan Al-Bukhary)
hati tentu akan bergetar selagi mengamati kisah Musa
‘Alaihis-salam tatkala dia berkata :
“wahai Rabbku, tampakkanlah (diri Engkau) kepadaku
agar aku dapat melihat kepada Engkau.”
QS 7 143
Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tetapi
melihatlah kebukit itu, maka jika ia tetap ditempatnya
(seperti sediakala), niscaya kamu dapat melihat-Ku.
Tatkala rohnya tampak bagi gunung itu, kejadian itu
menjadikan gunung hancur luluh dan musapun jatuh
pingsan

3. mencari ilmu syar’I
maksudnya ialah ilmu yang bisa menghasilkan rasa takut
kepada Allah dan menambah bobot iman sebagaimana yang
di firmankan Allah :
QS 35 28
Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara
hamba-hamba-Nya ialah orang yang berilmu

4. Mengikuti halaqah dzikir
“tidaklah segolongan orang duduk seraya menyebut Allah
melainkan para malaikat mengelilingi mereka, rahmat
meliputi mereka, ketentuan hati turun kepada mereka
dan Allah menyebut mereka termasuk dalam golongan yang
berada di sisi-Nya” (shahih Muslim, no 2700)

5. Memperbanyak amal sholih
Ini merupakan penyembuhan yang paling agung dan
sekaligus merupakan perkara yang besar. Pengaruhnya
untuk memperkuat iman sangat jelas. Abu bakar ash
shiddiq telah memberikan perumpamaan yang agung dalam
masalah ini. Tatkala Rasulullah shallallahu alaihi wa
sallam bertanya kepada para sahabatnya,
“siapakah diantara kamu sekalian yang berpuasa pada
hari ini ?”
abu bakar menjawab, “saya”
beliau bertanya lagi, “ lalu siapakah di antara kamu
yang menjenguk oang yang sakit pada hari ini ?”
abu bakar menjawab,”saya”
lalu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,”
tidaklah amal-amal itu menyatu dalam diri seseorang
melainkan dia akan masuk surga.” (Muslim, kitabu
Fadha’ilish-sahabah, no 12)

6. Melakukan berbagai macam ibadah
Hikmah keragaman ibadah boleh jadi agar orang tidak
merasa bosan dan merasa terpanggil untuk melakukan
yang baru

Ada seorang laki-laki mandatangi nabi shallallahu
alaihi wa sallam mengadukan kekerasan hatinya, lalu
beliau berkata kepadanya, “sukakah jika hatimu menjadi
lunak dan engkaupun tahu kebutuhanmu ?” kasihanilah
anak yatim, usaplah kepalanya dan berilah ia makan
dari makananmu, niscaya hatimu akan lunak dan
engkaupun tahu kebutuhanmu.” (Ath- thabrany,
as-silsilah ash-shahihah 2/533)

7. Takut Su’ul-khatimah saat meninggal
Karena rasa takut dapat mendorong seorang Muslim untuk
taat dan memperbaharui iman di dalam dada.
Diantara hadits tentang su’ul khatimah adalah
“barangsiapa yang membunuh
dirinya sendiri dengan
sepotong besi, maka sepotong besi itu akan berada di
tangannya lalu diapun menghujamkan keperutnya di dalam
neraka jahanam, dia kekal dan di kekalkan di dalam
neraka itu selama-lamanya, dan barangsiapa meminum
racun hingga dia membunuh dirinya sendiri, maka dia
akan meminumnya sedikit demi sedikit di dalam neraka
jahanam dia kekal dan di kekalkan di dalam neraka itu
selama-lamanya, barangsiapa yang menjatuhkan diri dari
gunung lalu membunuh dirinya sendiri , maka dia dia
kekal dan di kekalkan di dalam neraka itu
selama-lamanya.” (shahih Muslim, no 109)

8. Banyak mengingat mati
Dalam hal ini Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam
pernah berkata :
“banyak-banyaklah mengingat penebas
kelezatan-kelezatan, yakni kematian. “ (At-tirmidzy,
no 230, disebutkan dalam shahihul-Jami’ no 1210)

9. Mengingat keberadaan hari akhirat
Ibnul-Qayim Rahimahullah telah berkata,”jika pikiran
seseorang benar, tentu dia akan mendapatkan bashirah,
yaitu cahaya di dalam hati. Dengan cahaya ini dia
dapat mengetahui janji dan ancaman surga dan neraka,
apa yang di janjikan Allah, bahwa ini untuk para
wali-Nya dan yang itu untuk para musuhnya. Dia juga
bisa mengetahui orang-orang keluar dari kubur mereka
untuk memenuhi panggilan kebenaran, para malaikat
turun dari langit lalu mengepung mereka, Allah datang
menurunkan singgasana-Nya, bumi memancarkan cahayanya,
buku catatan di letakkan, para nabi dan syuhada’ di
hadirkan, timbangan diturunkan, orang-orang yang
saling bermusuhan dikumpulkan, orang-orang yang
berhutang di temukan dengan orang yang di hutangi,
orang-orang yang kehausan sangat banyak, jembatan di
hamparkan lalu orang-orang disuruh menyebranginya, api
neraka menjilat-jilat di bawahnya, orang-orang yang
jatuh di dalamnya amat banyak, begitu pula orang yang
selamat darinya.
Dengan cara seperti ini, hatinya akan segera terbuka
yang seakan-akan dia bisa menyaksikan semua itu dan
menghadirkan pemandangan tentang hari kiamat,
kehatinya dia tahu kekekalan akhirat dan kefanaan
serta kehancuran dunia.

10. Berinteraksi dengan ayat-ayat yang berkaitan
dengan peristiwa alam.
Al-Bukhary Dan Muslim serta lain-lainnya meriwayatkan
bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melihat
awan dan angin, maka hal itu bisa di ketahui dari rona
wajahnya. Lalu aisyah berkata,” wahai Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam aku melihat orang-orang,
jika mereka melihat awan lalu mereka gembira karena
berharap akan turun hujan. Namun aku melihat engkau,
jika engkau mengetahui awan, maka aku ketahui
ketidaksukaan di wajahmu.”
Beliau berkata, “ wahai aisyah , aku tidak merasa aman
jika di situ ada adzab. Sebab ada suatu kaum yang
pernah di adzab karena angin, dan ada suatu kaum yang
pernah melihat adzab seraya berkata, ‘ ini adalah awan
yang akan menurunkan hujan kepada kami’,” (Muslim, no
899)
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga berdiri
dalam keadaan ketakutan jika melihat gerhana,
sebagaimana di sebutkan di dalam shahih Al-Bukhary,
dari Abu musa ra, dia berkata,” matahari pernah
gerhana lalu nabi shallallahu alaihi wa sallam berdiri
dalam keadaan ketakutan, beliau takut kalau gerhana
itu merupakan tanda kiamat.” (Fathul-Bary, 2/545)
Tidak dapat di ragukan bahwa interaksi hati dengan
fenomena-fenomena semacam ini akan mempengaruhi iman
di dalam hati, mengingat kepada adzab Allah,
kekuasaan, keagungan dan kekuatan-Nya.

11. Dzirullah
Ini merupakan cara yang paling esensial untuk
menyembuhkan lemah iman. Yang juga merupakan upaya
untuk membersihkan hati dan mengobatinya tatkala ia
sakit serta merupakan ruh amal yang shalih.
Allah telah memerintahkan

QS 33 41
Hai orang-orang yang beriman, (dengan menyebut nama
Allah), dzikir yang sebanyak-banyaknya
Melalaikan dzikrullah adalah kematian hati
QS 18 24
Dan ingatlah Rabbmu jika kamu lupa
QS 13 28
Ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi
tentram

12. Bermunajat kepada Allah dan pasrah kepada-Nya
Selagi seseorang banyak pasrah dan tunduk, niscaya dia
akan lebih dekat dengan Allah. Maka dari itu
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata :
“saat seseorang paling
dekat dengan Rabb-Nya ialah
tatkala ia dalam keadaan sujud, maka perbanyaklah
do’a.”(Muslim, no 482)

13. Tidak berangan-angan secara muluk-muluk
Ini sangat penting sekali untuk memperbaharui iman.
Menurut imam Ibnul-Qayim, di antara ayat yang
menunjukkan hal ini adalah firman Allah :
QS 26 205-207
Maka bagaimana pendapatmu jika kami berikan kepada
mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun, kemudian
datang kepada mereka azab yang telah ancamkan kepada
mereka, niscaya tidak berguna bagi mereka apa yang
mereka selalu menikmatinya
Firman Allah yang lain :
QS 10 45
Seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (didunia)
hanya sesaat saja pada siang hari

Seseorang tidak boleh berangan-angan seraya
berkata,”Aku akan hidup dan hidup terus.”

14. Memikirkan kehinaan dunia
Seseorang harus berfikir seperti ini, sehingga
ketergantungan kepada dunia bisa lenyap dari hatinya.
Allah berfirman :
QS 3 185
Dan, kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah
kesenangan yang memperdayakan

15. Mengagungkan yang terhormat disisi Allah
Dalam kaitannya dengan cara untuk memperbaharui iman
di hati ini, Allah telah berfirman :
QS 22 32
Barangiapa yang mengagungkan syiar-syiar Allah, maka
sesungguhnya itu dari ketakwaan hati

16. Al-Wala’ wal-Bara’
Al-Wala’ wal-Bara’ artinya saling tolong menolong dan
loyal kepada sesama mukmin dan memusuhi orang-orang
kafir. Karena jika hati seseorang bergantung kepada
musuh-musuh Allah, tentu ia akan menjadi lemah dan
makna aqidah di dalamnya akan mencair. Namun jika
al-wala’ dimurnikan hanya kepada Allah, loyal terhadap
hamba-hamba Allah yang mukmin, membantu mereka
memerangi musuh-musuh Allah serta membenci mereka,
tentu hal ini akan menghidupkan iman di dalam hati.

17. Tawadhu’
Tawadhu’ mempunyai peranan yang praktis untuk
memperbaharui iman dan membersihkan hati dari
kerak-kerak kesombongan.
“barangsiapa menanggalkan pakaian karena merendahkan
diri kepada Allah padahal dia mampu mengenakannya,
maka Allah memanggilnya pada hari kiamat bersama para
pemimpin makhluk, sehingga dia di beri kebebasan
memilih diantara pakaian-pakaian iman mana yang di
kehendakinya’ (At-Tirmidzy, no 2481, disebutkan di
dalam as silsilah ash-shahihah, no 718)
Abdurrahman bin auf ra tidak bisa dibedakan diantara
budak-budak yang dimilikinya.

18. Amal Qalbi
Banyak amal qalbi yang memperbaharui iman di dalam
hati, seperti mencinta Allah, takut kepada-Nya,
berharap kepada-Nya, berbaik sangka dan tawakal
kepadanya, ridha terhadap qadha-Nya, bersyukur
kepada-Nya, taubat kepada-Nya dan lain-lain.

19. Menghisab diri sendiri
Hal ini sangat efektif untuk memperbaharui iman di
dalam hati. Allah telah berfirman :
QS 59 18
Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada
Allah, dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa
yang di perbuatnya untuk hari esok (akhirat)

Umar bin al khathab ra, “hisablah dirimu sekalian
sebelum kamu dihisab.”

20. Do’a
Berdoa kepada Allah merupakan sebab yang paling kuat
yang bisa di lakukan seorang hamba, sebagaimana yang
di katakan Nabi Sahallalahu alaihi wa sallam :
“ iman di jadikan didalam diri salah seorang di antara
kamu sebagaimana pakaian yang di jadikan, maka memohon
kepada Allah agar ia memperbaharui iman didalam
hatimu.”

Ya Allah, kami memohon dengan asma dan sifat-Mu yang
tinggi agar engkau berkenan memperbaharui iman di hati
kami. Ya Allah, jadikanlah iman sebagaimana kesenangan
kami dan hiasan di hati kami serta buatlah kami
membenci kufur, kusu’ dan kedurhakaan, jadikanlah kami
termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.

Hikmah Kematian

Hikmah Kematian

Hikmah kematian
oleh harun yahya

Kehidupan berlangsung tanpa disadari dari detik ke detik. Apakah anda tidak menyadari bahwa hari-hari yang anda lewati justru semakin mendekatkan anda kepada kematian sebagaimana juga yang berlaku bagi orang lain?
Seperti yang tercantum dalam ayat “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. 29:57) tiap orang yang pernah hidup di muka bumi ini ditakdirkan untuk mati. Tanpa kecuali, mereka semua akan mati, tiap orang. Saat ini, kita tidak pernah menemukan jejak orang-orang yang telah meninggal dunia. Mereka yang saat ini masih hidup dan mereka yang akan hidup juga akan menghadapi kematian pada hari yang telah ditentukan. Walaupun demikian, masyarakat pada umumnya cenderung melihat kematian sebagai suatu peristiwa yang terjadi secara kebetulan saja.
Coba renungkan seorang bayi yang baru saja membuka matanya di dunia ini dengan seseorang yang sedang mengalami sakaratul maut. Keduanya sama sekali tidak berkuasa terhadap kelahiran dan kematian mereka. Hanya Allah yang memiliki kuasa untuk memberikan nafas bagi kehidupan atau untuk mengambilnya.
Semua makhluk hidup akan hidup sampai suatu hari yang telah ditentukan dan kemudian mati; Allah menjelaskan dalam Quran tentang prilaku manusia pada umumnya terhadap kematian dalam ayat berikut ini:
Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. 62:8)
Kebanyakan orang menghindari untuk berpikir tentang kematian. Dalam kehidupan modern ini, seseorang biasanya menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang sangat bertolak belakang [dengan kematian]; mereka berpikir tentang: di mana mereka akan kuliah, di perusahaan mana mereka akan bekerja, baju apa yang akan mereka gunakan besok pagi, apa yang akan dimasak untuk makan malam nanti, hal-hal ini merupakan persoalan-persoalan penting yang sering kita pikirkan. Kehidupan diartikan sebagai sebuah proses kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Pembicaraan tentang kematian sering dicela oleh mereka yang merasa tidak nyaman mendengarnya. Mereka menganggap bahwa kematian hanya akan terjadi ketika seseorang telah lanjut usia, seseorang tidak ingin memikirkan tentang kematian dirinya yang tidak menyenangkannya ini. Sekalipun begitu ingatlah selalu, tidak ada yang menjamin bahwa seseorang akan hidup dalam satu jam berikutnya. Tiap hari, orang-orang menyaksikan kematian orang lain di sekitarnya tetapi tidak memikirkan tentang hari ketika orang lain menyaksikan kematian dirinya. Ia tidak mengira bahwa kematian itu sedang menunggunya!
Ketika kematian dialami oleh seorang manusia, semua “kenyataan” dalam hidup tiba-tiba lenyap. Tidak ada lagi kenangan akan “hari-hari indah” di dunia ini. Renungkanlah segala sesuatu yang anda dapat lakukan saat ini: anda dapat mengedipkan mata anda, menggerakkan badan anda, berbicara, tertawa; semua ini merupakan fungsi tubuh anda. Sekarang renungkan bagaimana keadaan dan bentuk tubuh anda setelah anda mati nanti.
Dimulai saat anda menghembuskan napas untuk yang terakhir kalinya, anda tidak ada apa-apanya lagi selain “seonggok daging”. Tubuh anda yang diam dan terbujur kaku, akan dibawa ke kamar mayat. Di sana, ia akan dimandikan untuk yang terakhir kalinya. Dengan dibungkus kain kafan, jenazah anda akan di bawa ke kuburan dalam sebuah peti mati. Sesudah jenazah anda dimasukkan ke dalam liang lahat, maka tanah akan menutupi anda. Ini adalah kesudahan cerita anda. Mulai saat ini, anda hanyalah seseorang yang namanya terukir pada batu nisan di kuburan.
Selama bulan-bulan atau tahun-tahun pertama, kuburan anda sering dikunjungi. Seiring dengan berlalunya waktu, hanya sedikit orang yang datang. Beberapa tahun kemudian, tidak seorang pun yang datang mengunjungi.
Sementara itu, keluarga dekat anda akan mengalami kehidupan yang berbeda yang disebabkan oleh kematian anda. Di rumah, ruang dan tempat tidur anda akan kosong. Setelah pemakaman, sebagian barang-barang milik anda akan disimpan di rumah: baju, sepatu, dan lain-lain yang dulu menjadi milik anda akan diberikan kepada mereka yang memerlukannya. Berkas-berkas anda di kantor akan dibuang atau diarsipkan. Selama tahun-tahun pertama, beberapa orang masih berkabung akan kepergian anda. Namun, waktu akan mempengaruhi ingatan-ingatan mereka terhadap masa lalu. Empat atau lima dasawarsa kemudian, hanya sedikit orang saja yang masih mengenang anda. Tak lama lagi, generasi baru muncul dan tidak seorang pun dari generasi anda yang masih hidup di muka bumi ini. Apakah anda diingat orang atau tidak, hal tersebut tidak ada gunanya bagi anda.
Sementara semua hal ini terjadi di dunia, jenazah yang ditimbun tanah akan mengalami proses pembusukan yang cepat. Segera setelah anda dimakamkan, maka bakteri-bakteri dan serangga-serangga berkembang biak pada mayat tersebut; hal tersebut terjadi dikarenakan ketiadaan oksigen. Gas yang dilepaskan oleh jasad renik ini mengakibatkan tubuh jenazah menggembung, mulai dari daerah perut, yang mengubah bentuk dan rupanya. Buih-buih darah akan meletup dari mulut dan hidung dikarenakan tekanan gas yang terjadi di sekitar diafragma. Selagi proses ini berlangsung, rambut, kuku, tapak kaki, dan tangan akan terlepas. Seiring dengan terjadinya perubahan di luar tubuh, organ tubuh bagian dalam seperti paru-paru, jantung dan hati juga membusuk. Sementara itu, pemandangan yang paling mengerikan terjadi di sekitar perut, ketika kulit tidak dapat lagi menahan tekanan gas dan tiba-tiba pecah, menyebarkan bau menjijikkan yang tak tertahankan. Mulai dari tengkorak, otot-otot akan terlepas dari tempatnya. Kulit dan jaringan lembut lainnya akan tercerai berai. Otak juga akan membusuk dan tampak seperti tanah liat. Semua proses ini berlangsung sehingga seluruh tubuh menjadi kerangka.
Tidak ada kesempatan untuk kembali kepada kehidupan yang sebelumnya. Berkumpul bersama keluarga di meja makan, bersosialisasi atau memiliki pekerjaan yang terhormat; semuanya tidak akan mungkin terjadi.
Singkatnya, “onggokkan daging dan tulang” yang tadinya dapat dikenali; mengalami akhir yang menjijikkan. Di lain pihak, anda – atau lebih tepatnya, jiwa anda – akan meninggalkan tubuh ini segera setelah nafas anda berakhir. Sedangkan sisa dari anda – tubuh anda – akan menjadi bagian dari tanah.
Ya, tetapi apa alasan semua hal ini terjadi?
Seandainya Allah ingin, tubuh ini dapat saja tidak membusuk seperti kejadian di atas. Tetapi hal ini justru menyimpan suatu pesan tersembunyi yang sangat penting
Akhir kehidupan yang sangat dahsyat yang menunggu manusia; seharusnya menyadarkan dirinya bahwa ia bukanlah hanya tubuh semata, melainkan jiwa yang “dibungkus” dalam tubuh. Dengan lain perkataan, manusia harus menyadari bahwa ia memiliki suatu eksistensi di luar tubuhnya. Selain itu, manusia harus paham akan kematian tubuhnya – yang ia coba untuk miliki seakan-akan ia akan hidup selamanya di dunia yang sementara ini -. Tubuh yang dianggapnya sangat penting ini, akan membusuk serta menjadi makanan cacing suatu hari nanti dan berakhir menjadi kerangka. Mungkin saja hal tersebut segera terjadi.
Walaupun setelah melihat kenyataan-kenyataan ini, ternyata mental manusia cenderung untuk tidak peduli terhadap hal-hal yang tidak disukai atau diingininya. Bahkan ia cenderung untuk menafikan eksistensi sesuatu yang ia hindari pertemuannya. Kecenderungan seperti ini tampak terlihat jelas sekali ketika membicarakan kematian. Hanya pemakaman atau kematian tiba-tiba keluarga dekat sajalah yang dapat mengingatkannya [akan kematian]. Kebanyakan orang melihat kematian itu jauh dari diri mereka. Asumsi yang menyatakan bahwa mereka yang mati pada saat sedang tidur atau karena kecelakaan merupakan orang lain; dan apa yang mereka [yang mati] alami tidak akan menimpa diri mereka! Semua orang berpikiran, belum saatnya mati dan mereka selalu berpikir selalu masih ada hari esok untuk hidup.
Bahkan mungkin saja, orang yang meninggal dalam perjalanannya ke sekolah atau terburu-buru untuk menghadiri rapat di kantornya juga berpikiran serupa. Tidak pernah terpikirkan oleh mereka bahwa koran esok hari akan memberitakan kematian mereka. Sangat mungkin, selagi anda membaca artikel ini, anda berharap untuk tidak meninggal setelah anda menyelesaikan membacanya atau bahkan menghibur kemungkinan tersebut terjadi. Mungkin anda merasa bahwa saat ini belum waktunya mati karena masih banyak hal-hal yang harus diselesaikan. Namun demikian, hal ini hanyalah alasan untuk menghindari kematian dan usaha-usaha seperti ini hanyalah hal yang sia-sia untuk menghindarinya:
Katakanlah: “Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja.” (QS. 33:16)
Manusia yang diciptakan seorang diri haruslah waspada bahwa ia juga akan mati seorang diri. Namun selama hidupnya, ia hampir selalu hidup untuk memenuhi segala keinginannya. Tujuan utamanya dalam hidup adalah untuk memenuhi hawa nafsunya. Namun, tidak seorang pun dapat membawa harta bendanya ke dalam kuburan. Jenazah dikuburkan hanya dengan dibungkus kain kafan yang dibuat dari bahan yang murah. Tubuh datang ke dunia ini seorang diri dan pergi darinya pun dengan cara yang sama. Modal yang dapat di bawa seseorang ketika mati hanyalah amal-amalnya saja.

TANDA TANDA KIAMAT YANG MENAKJUBKAN

TANDA TANDA KIAMAT YANG MENAKJUBKAN

Assalamu’alaikum wr. wb
Berikut tanda tanda kecil kiamat yang menakjubkan (bukan tanda besar), cuman tak tulis tanda yang unik (tanda tanda yang lain yang udah sering kita dengar semisal legalisasi Zina, perempuan seperti laki lai dll ) tidak saya tuliskan
Menggembungnya bulan telah bersabda Rasulullah saw : ” di antara sudah mendekatnya kiamat ialah menggembungnya bulan sabit(awal bulan) ” dishahihkan AlBaani di Ash Shahihah nomor 2292 dalam riwayat yang lain dikatakan “di antara sudah dekatnya hari kiamat ialah bahwa orang akan melihat bulan sabit seperti sebelumnya, maka orang akan mengatakan satu bentuk darinya untuk dua malam dan masjid akan dijadikan tempat untuk jalan jalan serta meluasnya mati mendadak” (Ash Shahiihah AlBani 2292)
Menakjubkan … satu bulan sabit dihitung dua kali !!!, sekarang ummat islam hampir selalu bertengkar menentukan bulan sabit untuk ramadhan, syawal dan idhul adha .. antar ru’yat tidak sama cara melihatnya , antar hisab berbeda cara menghitungnya …. shodaqo rasuuhul kariim
Tersebarnya banyak pasar rasuluillah bersabda : “Kiamat hampir saja akan berdiri apabila sudah banyak perbuatan bohong, masa(waktu) akan terasa cepat dan pasar pasar akan berdekatan (karena saking banyaknya)” (sahih Ibnu Hibban)
Lihatlah sekarang, pasar ada dimana mana, mall semakin banyak, supermarket di mana mana ….
Wanita ikut bekerja seperti laki laki rasulullah bersabda : “pada pintu gerbang kiamat orang2 hanya akan mengucapkan salam kepada orang yang khusus(dikenal) saja dan berkembangnya perniagaan sehingga wanita ikut seperti suaminya (bekerja/berdagang) ” Hadist Shahih lighairihi Ahmad
Sekarang karena emansipasi wanita, wanita yang bekerja sudah banyak betul … shodaqo rasuuhul kariim
Banyaknya Polisi rasululah bersabda : “bersegeralah kamu melakukan amal shalih sebelum datang 6 perkara : pemerintahan orang orang jahil, banyaknya polisi, penjual belian HUKUM atau JABATAN, memandang remeh terhadap darah, pemutusan silaturrahim, adanya manusia yang menjadikan al qir’an sebagai seruling dimana mereka menunjuk seorang imam untuk sholat jamaah agar ia dapat menyaksikan keindahannya dalam membaca Al QUr’an meskipun ia paling sedikit ke-Faqihannya. ” Musnad Ahmad, At Thabrani, Ash Shaihhah AlBani 979
Manusia akan bermegah megah dalam membangun masjid rasulullah bersabda “tidak akan beridir kiamat hingga mansia berbangga bangga dengan masjid” (hadist sahih musnad Ahmad3:134,145, An Nasa’i 2:32, Abu Dawud 449,Ibnu Majah 779) padahal rasulullah dilain tempat berkata “saya tidak diutus untuk menjulangkan masjid masjid” (sahih sunan abu dawud:448) subhanallah, masjid masjid seakarang megah betul .. indah benar
Menjadi pengikut tradisi Yahudi dan Nasrani telah berkata rasulullah : “Sungguh kamu akan mengikuti jalan hidup orang orang sebelum kamu,sejengkal demi sejengkal , sehasta demi sehasta (tanpa berbeda sedikitpun) sehingga walaupun mereka masuk ke lubang biawak, maka kamu akan masuk juga” Sahabat bertanya : wahai rasulullah, apakah kaum yang akan kami ikuti tersebut adalah kaum Yahudi dan Nasrani ?, maka Nabi menjawab : Siapa Lagi (kalau bukan mereka) ?
shodaqo rasuuhul kariim … ummat sudah menjadi pengikut barat … peringatan tahun baru, valentin day, peringatan ulang tahun, pengagum demokrasi, HAM, hukum positif dan sebagainya …
Irak diboikot dan makanan ditahan darinya rasulullah bersabda : “hampir saja tidak boleh dibawa makanan ke negeri Irak secupak(qafizh) makanan atau sebuah dirham, kami(sahabat) bertanya Orang orang ajam(non arab) kah yang melakukan ini ? kemudian beliau berkata : “hampir saja tidak dibawa makanan atau sebuah dinar kepada penduduk syam(palestina, syiria , libanon , yordandan sekitarnya) kemudian sahabat bertanya “siap ayang melakukan itu ya rasulullah ? ” orang orang RUM(Romawi : Amerika-Eropa)
Sebenarnya ini adalah tanda yang paling menakjubkan, karena sampai sekarang irak telah diboikot oleh Amerika semenjak perang teluk dan syam telah menderita kekuarangan makanan, palestina di jajah israel yahudi ..dan .. setelah terkepungnya irak dan syam ini .. dan setelah terjadinya peperangan dhasyat di PALESTINA maka akan muncullah tanda tanda besar kiamat berupa munculnya Imam Mahdi, Keluarnya Dajjal dan turunnya Isa Al Masih
Turki akan memerangi Irak rasulullah bersabda : “sekelompok manusia dari ummatku akan turun di suatu dataran rendah yang mereka namakan dengan Bashrah pada tepi suatu sungai yang bernama Dajlah. Dan apabila telah datang akhir zaman datangkah Bani Qanthura (mereka adalah orang orang turki) yang bermuka lebar dan bermata kecil sehingga mereka turun pada tepi sungai itu, maka terpecahlah penduduknya menjadi 3 kelompok, yang satu sibuk mengikuti ekor ekor sapi mereka(sibuk mengurusi harta benda) dan mereka akan hancur, dan satu kelompok dari mereka akan memperhatikan diri mereka sendiri dan mereka itu telah kafir, dan satu kelompok dari mereka akan menjadikan anak cucu mereka di belakang mereka kemudian mereka berperang, itulah para syuhada” (hadits hasan diriwayatkan Ahmad dan Abu Dawud(4138)
Pada bulan mei 1997 dahulu orang orang turki telah mulai memancing mancing permusuhan dengan irak dan mereka membangkitkan masalah masalah yang dibuat buat sekitar masalah air di sungai Eufrat dan orang orang turki itu membuat kesepakatan dengan orang orang israel dan amerika dan melakukan latihan militer bersama dengan tujuan penyerangan irak, iran dan syiria, dan waktu itu juga Turki menyerang bagian irak utara dengan alasan untuk menghjajar suku kurdi .. kita tunggu saja apa yang akan terjadi nanti ..
Bumi Arab akan kembali menjadi kebun kebun dan sungai sungai telah bersabda rasulullah : “tidak akan berdiri hari kiamat hingga harta aakan banyak melimpah dan sehingga bumi arab kembali menjadi kebun kebun dan sungai sungai ” (Ahmad dan Muslim)
Dan negeri arab saat ini telah menjadi kebun !! dan banyak nya sungai .. didaerah tha’if bahkan telah turun butiran es dan musim haji kemarin susuhu dingin kira kira 5 derajat celcius … tidak lagi panas
Peperangan dengan Yahudi : tidak terjadi kiamat hingga oranng orang berperagn dengan Yahudi, dan orang orang Yahudi bersembunyi dibawah batu dan pohon, lalu batu dan pohon itu berkata kepada orang orang islam ” di sini ada Yahudi, maka bunuhlah ia” (Fathul Bari’, Al Manaqib, Al Hafiz Ibnu Hajar)
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

seruan…bagi mujahid muda!!

seruan…bagi mujahid muda!!

Ketika Barisan Singa Menjadi Domba

Namun wahai saudaraku.. Mengapa hari ini kebanyakan kaum Muslimin telah melupakan kewajiban saling menolong dan melindungi dengan hanya mendiamkan dan acuh tak acuh terhadap intimidasi dan gangguan yang mengancam para muslimah kita ? apakah sifat pengecut telah memalingkan para rijal sejati dari teladan keberanian generasi salaf ummat ini ? Saudaraku.. sesungguhnya sifat pengecut pada jiwa manusia adalah sifat yang sangat rendah dan amat dekat dengan kehinaan bahkan kematian, serta begitu jauhnya ia dari cahaya Kehidupan. Dan jika sifatini telah merasuk di kepala dan meresap di dalam dada suatu kaum, hasilnya sudah dapat ditebak, yakni kehinaan dan kerendahan, yang pada akhirnya akan menggiring kaum tersebut secara cepat atau lambat pada kematian. Maka jika kawanan singa Islam kini telah berubah menjadi kumpulan domba penakut, maka inilah kebinasaan yang menjerat leher kaum muslimin yang dapat memisahkan kepada dari badan.

Dimana Kini Barisan Singa Berada ?

Kini sayup-sayup terdengar jeritan muslimah yang menggema, sayangnya ia hanya membentur dinding-dinding batu lalu menghilang begitu saja bagai angin lalu, karena para lelaki yang dipanggil hatinya telah membeku bahkan lebih keras daripada batu, telah menciut nyali kejantanannya, mengkerut menjadi pengecut. Jeritan muslimah diberbagai belahan bumi menggema tanpa ada yang perduli. Telah terkubur kejayaan generasi pertama ummat ini, kini tiada lagi para singa Islam yang terkamanannya ditakuti dan digentari para lawan. .Tidur dalam kehinaan telah berkepanjangan, dimanakah gerangan barisan singa itu kini ??. Saudaraku.. Dimanakah gerangan barisan singa Islam yang siap menjaga dan membela kehormatan muslimah yang teraniaya, kini sembunyi dan berada ?

Seruan.. Bagi Mujahid Muda !!

Kuawali seruan kepada para Muslimah, agar senantiasa mengkoreksi diri didalam kehidupan bermasyarakat. Bersikap selektif itu tidak mesti eksklusif, sehingga menyebabkan antipati masyarakat di sekitar kita. Waspadailah masalah ini, sebab apabila masyarakat awam telah kehilangan simpat, maka jika datang gangguan nisacaya mereka hanya membiarkan, atau bahkan sebagian mereka yang justru melakukannya dan bukan dari kelompok penentang Islam yang sesungguhnya. Sedang untuk para Singa Islam..Menjadi tugas kalian untuk menjaga kehormatan wanita muslimah dari gangguan dan penghinaan pihak-pihak yang tak suka dengan maraknya dakwah dan tingginya Izzah Islam, maka ketika para muslimah memerlukan pertolongan, ulurkanlah segera kedua tangan kalian dengan kaki ringan !

Maka barisan Singa.. Bangunlah dari tidur panjang yang melenakan, sudah terlalu lama kita mendengkur di empuknya ranjang kehinaan. Bangkitlah dengan kesdaran tinggi, karena kini tikus-tikus kecil telah menjelma manjadi babi-babi liar yang merajalela diladang kita. Ketika musuh Islam telah berani mengancam dan mendzalimi muslimah di bumi kita sendiri, masihkah akan kita biarkan dengan berdiam diri ?

Wahai kawanan Singa. Selamatkanlah para saudara wanita kalian, karena mereka ibaratkan saudara ibu kita, siapakah yang ingin saudara ibunya mendapat kesusahan akibat ancaman dan gangguan ?? Maka saling menolonglah kita secara lahir dan bathin, sungguh Allah Swt sangat mencintai hambaNya yang suka tolong menolong. Semoga kita segera terbangun dan tersadar wahai barisan Singa!

*lg buka2 file komp, dpt artikel ini kyanay sih ngopy dr fileny mbq, gtau ne tulisannya sapa….

bagus sihm jd y di paste aja di sini ^_^ *