seorang Akhi di UNS mendadak harus pulang ke kota kecilnya di belahan utara pulau Jawa, karena ayahnya dikabarkan masuk rumahsakit. Sebuah fenomena memang kalau di sebuah kota kecil yang tidak ada kampus ternamanya biasanya tidak banyak memiliki stock ikhwan ataupun akhwat. Tapi di rumah sakit, tepatnya di bagian mushollanya, pada waktu itu dengan firasat ikhwannyanya al-akh ini berhasil menemukan seseorang yang ‘disangkanya’ seorang ikhwan pula. Tapi keraguan itu membuatnya bertanya dengan malu-malu, ” Assalamualaikum wr wb, Langsung saja Mas.. antum Ikhwan khan ? “. Yang ditanya sempat kaget, lalu tersenyum dan memjawab, ” Apa ? bakwan ! eh..ikhwan ? Maaf bukan mas, saya dulu di JT tapi sekarang saya mantep di HT, insya Allah , “. Dengan agak malu karena sok tahu, akh kita ini minta ijin untuk undur diri sambil menyalahkan firasat ikhwaniyahnya yang gagal kali ini. Tapi sebelum ia beranjak, orang tadi memanggilnya kembali, ” Afwan Akhi, saya dulu memang di JT tapi ini Jamaah Tarbiyah bukan Jamaah
Tabligh lho..”
” Terus kenapa sekarang masuk HT ?”
” Iya, dari dulupun saya ikut HT, Halaqoh Tarbiyah ..!”
“Oooo..sama semua ya..ternyata”